Sayangnya Bayang Bayang

Iri sekali dengan bayangan. Setiap kali aku berkeringat ia tidak sesekali mengucurkan keringat, padahal sama-sama melangkah menuju tempat jemputan yang ditutup rapat dengan tralis besi…  Hey! itulah asrama, tempat dimana para manusia menitipkan manusia kepada manusia. Bukannya manusia hanya patut menitipkan dirinya kepada tuhan? Dan tuntutan sosial tentang manusia-pun ahirnya digantungkan kepada tuhan? Kesal! bayangan …

Design a site like this with WordPress.com
Get started